Masa lalu vs Masa depan

Masa lalu vs Masa depan

Sebagai seorang manusia biasa, sedikit banyak kita pasti terpengaruh dengan masa lalu, yang sering kita sebut kenangan. Lalu apa pengaruh masa lalu terhadap masa depan. Sebenarnya masa lalu itu cukup hanya dijadikan bahan evaluasi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Mungkin banyak yang bilang, Enak sekali pie kamu ngomong seperti itu, masa lalu adalah bahan evaluasi untuk masa depan. Bukan masalah enak atau tidak enak, ini hanya persepsi saya, karena saya juga memiliki masa lalu yang cukup buruk untuk diulang. Dan itu sama sekali tidak membuat saya untuk minder menuju masa depan yang lebih baik.

Seberapa besar pengaruh masa lalu untuk masa depan, jawabannya sangat besar. Asalkan seseorang mampu , menjadikan masa lalu yang kurang baik tersebut menjadi bahan evaluasi untuk masa depan yang baik. Contoh: Saya dulu adalah anak yang cerdas, pintar, tapi sedikit sekali memiliki teman, karena saya serius, dan tidak mau menolong siapapun dengan kecerdasan yang saya punya, alhasil saya hanya menjadi anak jenius yang terkucilkan.

Lalu saya mengevaluasi diri, dan evaluasi diri saya awalnya tidak tepat sama sekali. Saya menghapuskan segi kecerdasan saya, dan memperbanyak teman. Berteman dengan siapa saja, alhasil saya memang di cap gaul, saya memiliki banyak teman. Namun lagi lagi disini saya kurang memfilter pergaulan saya, dan malah dipandang negatif oleh orang2 dilingkungan saya. Satu lagi yang paling merosot adalah saya tidak pernah lagi dianggap cerdas oleh siapapun, kejeniusan saya yang dulu hanya tinggal cerita basi.

Saya tidak berhenti begitu saja, saya mulai memilah teman dan memfilter diri , karena sedikit banyak lingkungan juga mempengaruhi sifat dan tingkah laku seseorang. Dan akhirnya saya mampu berteman dengan orang2 tepat yang gaul dan terhindar dari pandangan negatif. Saya tetap mampu, mengembangkan kekritisan saya, mengasah kembali kecerdasan saya.

Oleh karena pengalaman saya itulah, saya menjabarkan bahwa sedikit banyak masa lalu adalah bahan evaluasi untuk masa depan. Jika seseorang memang ingin meningkatkan diri dan memperbaiki keadaan, dia pasti selalu mengevaluasi kehidupannya menuju ke arah yang lebih baik.

Saya yakin semua orang bisa berubah, asalkan niat itu datang dari diri dia sendiri dan tidak dipaksakan oleh apapun dan siapapun diluar dirinya.

Tidak usah panjang lebar menjabarkan itu semua, kenapa orang culun dan cupu bisa berubah menjadi stylis, itu karena diri mereka sendiri dan mereka berusaha keras untuk itu.

Jadi jangan heran, semua orang pasti bisa berubah. Dengan catatan ‘harus berawal dari diri mereka sendiri’

Jangan kaget ketika menemukan seseorang yang berbeda dari masa lalu anda.

Salam RR

MARI JADI MANTAN.. :D

Ini sebenarnya tidak ada kaitannya dengan tulisan saya yang pertama. Ini hanya masalah para mantan yang ga bisa move on alias ngarep.com. Emang sihh, ada beberapa orang yang bilang, “Apahh!!! ngarepin MANTANNN, ih ko bisa begitu sich???” Itu mah ceritanya doang dia pura-pura kaget nanya kenapa bisa begitu. BULSHIIT aja!! kalo dia bilang, dia ga pernah ngarep.. Semua orang pasti pernah terkena sindrom ngarep yang satu ini. Tenang, saya juga dulu pernah begitu kok, ngarepnya penuh derita lagi ampe 2/3 taun. Hue Hue.. Ini sindrom namanya sindrom.. Oleh karena, ada kata ngarepmantan itu lah, datang kata moveon dari mantan.😀
Terus lanjutannya apa inih pi.. saya ga akan kasih kamu tips-tips untuk MOVE ON kok, karena kalau urusan cinta/romansa saya bukanlah ahlinya. Intinya kalau kamu kena sindrom ngarep mantan yang satu ini, JADILAH MANTAN YANG BAIK. Bingung ya, jadi MANTAN yang baik itu gimana… Okeii mari kita pikirin sama-sama ya.
1. Kalo kamu mau jadi MANTAN yang baik, pastilah kamu bisa MOVE ON (klasik banget ya) hahaha
2. Kalo kamu mau jadi MANTAN yang baik, tapi perasaan kamu masih ngarepppppp pake banget, jangan sekali-kali ngubungin dia… kecuali kalau emang udah yakin kamu udah MOVE ON..
3. Kalo kamu jadi MANTAN yang baik, kamu mesti ihlas dia udah punya cewe/cowo baru.. walau pacarnya yang baru lebih kece dari kamu.. Wkwkwkwk (Sabar Yaa!) gue tau kok deritanya..
4. Kalo kamu jadi MANTAN yang baik, dan udah tau dia punya pacar baru. Jangan keganjenan juga chat lewat BBM ama SMS mulu kaga karuan.. Ingat cewe-cowo yang baik adalah cewe yang tau attitude. Mana yang boleh ama engga..
5. Ga usah deh sok open kenangan kalian,itu udah basi juga..
6. MANTAN YANG BAIK , PASTI UDAH PUNYA PACAR BARU..DAN PACAR BARUNYA dia sayangin super dua kali lipat, dari yang sebelum-sebelumnya..

Okay mari semuanya kita menjadi MANTAN YANG BAIK

Salam
RR

TROUBLE OF M.A.N.T.A.N

Sebelumnya saya ingin mewanti-wanti saja, tulisan ini hanya iseng saya buat. Tulisan ini hadir karena melihat berbagai realita kehidupan yang ada. Entah ada atau tidak korelasi yang tercipta nanti dengan judul dan tulisan. Intinya ini blog saya dan saya ingin bercerita..😀 wkwkwkwk
Beberapa hari yang lalu saya baru saja mendengarkan curhat teman wanita saya yang ribut dengan pacarnya. Kurang lebih masalah yang saterrr dipedengarkan lahh CEMBURU..😀 Karena sang pria membalas BBM Mantan Pacarnya yang isinya menggunakan sayang-sayang. Mungkin sang PRIA memang masih sayang lahh.. Lalu sang MANTAN menelpon teman Wanita saya dan mengaku bahwa dia masih menjalani hubungan dengan pacarnya. Kemudian ketika ketauan sang pria malah marah-marah dan menyalahkan sang wanita.
Lantas teman saya bertanya saya harus bagaimana? sedangkan hubungan mereka baru terjalin. Saya tidak bisa memberikan solusi, dan hanya mampu menjawab, tenangin diri, minta penjelasan dan kamu pasti tau jalan terbaik untuk kamu. Oke saya mungkin hanya akan membahas kesalahan-kesalahan si wanita dan pria. Tidak bermaksud menyalahkan, toh 2 jam terakhir saya mendengar mereka sudah baikan.😀
1. Saya bahas dari Pria dulu lah, karena saya kan wanita😀. Saya tidak bermaksud menggurui ya.. PERTAMA seharusnya sang pria jujur, kalau memang dia masih menjalin hubungan dengan wanita yang dibilang dia EX alias MANTANNYA (Tapi ini susahnya ya,, kalau niat sudah ingin selingkuh) wakaka saya ngerti kok. Sebaiknya bagi para pria, kalau memang ingin wanita yang baru. Gentle saja lah, bilang. Ga usah pakai cara seperti yang teman saya ini lakukan, yang ada nanti memperkeruh suasana romansa kamu.. Kamu tuh pria, kalau kamu punya komitmen dengan yang lain ya bilanglahhh (bahasa mudahnya PACARAN lah) , toh beberapa wanita juga masih ada yang mau kok jadi selingkuhan dengan berbagai alasan ga LOGIS. TAPI BUKAN SAYA YA..
2. Sang Pria mengaku kepada teman saya kalau dia tidak pacaran, dan udah jadi MANTAN. Kalo memang MANTAN sewajarnya lah si Pria mengaku dengan sang mantan jika dia sudah memiliki pacar baru. Jadi tidak ada BBM-BBM salah kaprah seperti itu. (kabar tersater: si MANTAN malah menelpon temen saya kalau dia masih berhubungan baik dengan sang pria alias ga putus… wakakakka mumet kan pikir sendiri dehh)
3. Okay Now saya akan membahas kesalahan sang wanita. Terlalu mudah percaya ketika sang pria mengatakan kalau dia tidak memiliki status. Dengar-Dengar sih 3 hari mereka sudah jadian, kalau kenal sih udah 2 bulanan. Cuman untuk PDKATE cuman 3 hari. Yah mungkin nanti bisa ditingkatkan jadi 1 minggu lah kalau PDKATE, karena kalau 1 bulan juga kelamaan..😀 Intinya pinter-pinter aja nanya ke gebetan, kamu jujur aja punya yang lain atau memang siap sama aku.
4. Untuk Wanitanya. Karena hubungan kamu baru, sewajarnya saja bermain perasaan (iya opi ngerti, ini memang derita para wanita). Kalau yang saya dengar sih, ini cinta teman saya sudah menggebu-gebu. Bukan berarti ga boleh cinta, tapi itu semua berproses.
Udah itu aja, ntar temen saya ngambek kisahnya tersebar di blog saya. lalu ga mau curhat lagi..
Intinya kembali kepada pribadi masing-masing aja..
Untuk Wanita, jangan terjebak dengan perasaaan saja, mari gunakan pikiran dan juga logika.

???

Tentang Karier
Aku hanyalah seorang manusia merana yang tidak dapat melebihkan perasaan dengan logika berjalan. Lalu kemana aku hidup selama ini, jika logika ku buntu. Aku hanya mengandalkan rasa yang kuat, tanpa mampu berpikir dengan jernih.
Dann kemudian Lalu kemana jua aku hidup selama ini, jika pikirku tak lagi jernih.
Banyak keluhan tentang diri yang sebenarnya tak ingin aku keluhkan, tak ingin aku perdengarkan, tapi aku hanyalah aku, aku haus akan perhatian, aku labil dan tak dewasa dengan cobaan keadaan.
Butuh waktu bagiku untuk memikirkan tentang keadaan, mana yang layak mana yang nyaman. Mana keadaan yang dapat memberi ku efek dan posisi yang layak, sesuai standarisasi kemampuan. Dan aku sadar, aku layak mendapatkan standarisasi sesuai dengan kemampuan aku yang sekarang.
Jadi harusnya tak usah kukeluhkan kusesalkan berbagai penolakan dari setiap tawaran karier yang datang. Aku yakin karier yang ku jelang lebih baik dari semua yang datang dan tidak sesuai dengan keinginan.
Karena, disini bukan hanya sekedar bekerja, bukan hanya memperoleh uang. Tapi lebih kepada jenjang karier dan kenyamanan.
Ku yakin besok, menjelang arah yang lebih baik!

Tentang KARYA

apalah daya sosok seperti aku yang selalu terbuai dalam bait bait indah puisi. Bergolak menolak, dan belajar untuk mempermainkan kata kata penuh logika, memeras pemikiran untuk bahasa seindah karya tulis dan kemudian buntu.
Oleh karenanya lah, Setiap manusia sesungguhnya memiliki ciri dan khas gaya bahasa, setiap penulis memiliki ciri yang mampu digambarkannya dalam setiap sudut elok tulisannya. Dan semuanya memiliki tingkat pemahaman masing-masing.
Segala penikmat romance, bait puisi , fiksi dan tulisan-tulisan berbau dongeng dan puisi, mungkin tidak akan bisa menikmati baitan artikel atau tulisan berbau fakta selayaknya mereka menikmati bait2 an puisi. Begitu jugalah sebaliknya.
bagi aku, derit lantai, cicitan burung, bunyi jangkrik, setangkai mawar dan sepotong
Lilin, selalu mengisi tulisan2 ku. Dan semua itu terbuai dengan indah, diterima dengan nyaman oleh rasa dan pikiranku, ini semua masalah hati, ini semua masalah felling, dan aku mengerti tentang itu.

Tentang peralihan
Didalam setiap warna kehidupan, tak usah asing dengan kata peralihan. Dan terkadang peralihan memberikan berbagai cambuk yang membuat hidup seolah harus dikeluh kesahkan. Kenapa? Jawabannya memang begitu adanya. Segala sesuatu yang hadir dikehidupan ini menurutku adalah hukum sebab akibat, tak usah berteori besar mengenai itu. Siapa pencetus hukum itu, memang jika ada sebab pastilah ada akibat. Dan aku pun percaya diri kita adalah hasil dari apa yang kita pikirkan dan kita mau.

Dan ketika peralihan sudah merangkulmu, maka beribu perasaan negatif akan hadir. Itu semua karena kamu telah keluar dari zona nyaman yang selalu membuaimu dengan mesra.
Namun sebenarnya disitulah tembok kokoh mentalmu diuji kuat, diterpa dengan bongkahan ujian kehidupan. Hati hati jika kamu belum kuat, maka mentalmu yang akan terkoyak. Ini fakta , bukan khayalan.
Siapkah kita menghadapi peralihan?
Siap atau tidak siap semuanya pasti akan datang.

Kreatifitas bungkam

Lagi lagi, dan lagi tersadar akan sebuah rasa malas yang membuat segala action bungkam.. Terimakasih kepada kamu yang selalu menunjukan sesuatu yang benar sebagai sesuatu yang benar, dan yang salah tidak dibenar benarkan.

Sudah berapa lama, jika dihitung waktu. Aku tidak mengerti apa sebenarnya passion, hanya terjebak dalam realita eksklusif yang menyudutkan segala polah pikir. Menguncinya dalam-dalam dengan gembok yang bermerk rasa malas.

Dulu ambisi memecah semuanya, menaikan adrenalin, memberikan semangat yang memacu semua otot nadi kehidupanku. Dan itu sebenarnya yang kurindukan dengan diriku, semangat, semangat yang pudar dan kali ini baru kutemukan.

Dalam setiap detik kehidupanku, aku berterimakasih , terutama kepada sang Esa, yang menemukan aku dengan sosok yang seolah menjadi pemacu kembali semangatku yang pudar.

Dan kreatifitas bungkam, semoga aku bisa menendangmu dengan telak, kesudut pojokan. Dan tiada ingin menghampiriku lagi.

DEMI SEMANGAT KU YANG MULAI MEMANCAR, BUNUHLAH SEGALA KREATIFITAS BUNGKAM YANG MEMBELENGGU

Akhir Tahun VS Akhir??

Entahlah,, kebimbangan untuk membuat judul tulisan ini aja membuat sesak.. lelah dan entahlah.. beribu perasaan aneh, yang hanya membias alasan logika tak jelas dikepalaku.
Ini bukan masalah CINTA. ini murni kehidupan, yang tiba-tiba merosot merana.. mungkin karena kelabilan ekonomi, yang pernah terkoar-koar booming beritanya.. atau juga karena kepribadian yang masih ku cari dan tersimpan terbuang dimana?
Akhir tahun, usia berubah, setiap pandangan akan ku selalu melonjak lebih tinggi dari realita.. lagi-lagi aku hanya manusia biasa.. mengeluh , menderita, merana, pasrah,, sebentar lagi aku putus asa..
Aku bukanlan seorang yang kembali memiliki mata binar seperti biasanya,, senyum seolah alasan palsu yang kutebar kemereka..
Aku sendiri bingung, apa yang terjadi, mungkin saja depresi yang berkelanjutan, apa bisa membuat daya pikir aneh menjadi gila..
Diantara ribuan pikiran yang menyerang,, disini aku memeluk derita..

Berapresiasi dalam persentase?

Berapresiasi dalam persentase?

Jujur ketika mengawali tulisan ini ada sedikit nilai kecewa terhadap sesuatu. Saya bukan ingin memburuk-burukkan , tapi hanya sedikit ingin berbagi nilai.

Saya bukanlah seorang ahli social, yang mampu menyenangkan orang lain, dalam kesehariannya. Dan bahkan saya cenderung dinilai judes, angkuh dan keras kepala, dikalangan teman-teman saya. Tapi saya mempunyai prinsip, untuk berbagi nilai positif, menyenangkan orang lain, dan memberikan respek positif , kepada orang-orang yang mampu berlaku dan bersifat baik kepada saya. Saya tidak pernah merasa paling benar akan hal itu, namun apresiasi dalam menghargai kebaikan orang lain, itu sangatlah penting.

Dan disini saya sedikit kecewa , tentang nilai apresiasi yang tidak bisa diberikan, kepada seseorang kawan dari seorang kawan lainnya. Tidak melakukan pro dan kontra terhada A atau B, saya hanya ingin memberikan gambaran jelas, kepada siapa saja yang mungkin membaca tulisan ini.

Saya tidak akan melukiskan secara  jelas mengenai  trouble yang terjadi. ANGGAP SAJA seperti :  seorang teman yang merangkul, ketika teman lainnya mengalami patah hati, ketika dia membutuhkan bantuan, ketika dia membutuhkan support, dan teman itu membantu teman lainnya, yang patah hati untuk memulihkan keadaan. Memberikan bagian-bagian positif dan suntikan semangat, hingga akhirnya sang teman yang patah hati mampu bangkit, dan membuka lembaran baru dengan kekasih yang baru.

Dan apa yang terjadi coba saja tebak, ya benar teman yang setia memulihkan dia dari patah hati. Malah dijudge dan dilecehkan, diperolokan , dan tidak dianggap.  Dia yang dulu patah hati, kini asik dengan pacar barunya  dan telah melupakan sama sekali jasa sang teman. (INGAT INI HANYA PERUMPAMAAN CERITA , saya hanya menganalogikannya saja) . (Trouble yang terjadi ketika saya menuliskan tulisan ini, sebenarnya lebih mengecewakan dari itu).  Tidak usahlah saya bergembor-gembor menyuarakan pepatah air susu dibalas air tuba, terlalu klise.

Mari kita pikirkan, Bagaimana rasanya ketika anda tengah memberikan, semangat, hal-hal positif untuk menunjang seorang kearah yang lebih baik? dan ketika dia baru saja mampu berubah dan menunjukan giginya, dia langsung pongah angkuh , melecehkan dan tidak meanggap kehadiran anda, dan dia berpikir dia sudah tidak suka dengan anda. Disitulah pribadi saya sedikit terusik dengan rasa kekecewaan.

Mengapa kita tidak bisa menjadi pribadi, yang mampu menghargai dan menyenangkan orang lain. yang telah membantu kita dengan nilai-nilai positif? Mengapa kita tidak mampu memberikan apresiasi besar , terimakasih yang besar, terhadap orang-orang yang berperan dalam mengubah diri kita menjadi positif.

Tidak usahlah kita berikan apresiasi secara luar biasa, semisal jika dinilai dengan presentase , ketika dia berbuat baik dengan kita senilai 85 persen, lalu kita mengapresiasi dengan berlebihan sebanyak 100%. Tidak usahlah seperti itu, berikan 50:50 saja sesuai dengan kebaikan yang telah diberikannya kepada kekita. Atau setidaknya jika dia memberikan 50% kebaikan , maka berikanlah 30%, berikanlah nilai penghargaan kepada dia yang telah membantu kita. Dan saya yakin orang yang membantu kita, sebenarnya tidak mengharapkan imbalan apapun, selain penghargaan / apresiasi dan rasa terimakasih yang tulus. (SETIDAKNYA kamu menghargai bukan malah memusuhi) .

Mungkin sekarang anda sudah tidak suka, dengan teman anda , yang pernah mensupport anda tersebut. (Entah factor apa yang membuat anda tidak suka, entah itu melalui gossip, prilakunya pribadinya atau apapun itu) . Tapi pikirkan, apa yang pernah dia lakukan , kebaikan apa yang pernah dia lakukan, untuk perbaikan diri dan hidup anda. Seburuknya-buruknya  teman anda, jika dia memiliki andil besar dalam perubahan hidup anda, tidak ada alasan untuk membenci dia.

 SETIDAKNYA ANDA BISA BERPIKIR, JIKA MEMANG ANDA MASIH SEORANG MANUSIA.

Kepada seorang teman dan teman saya lainnya.

Salam RR